Minggu, 17 Maret 2024

PEMBUATAN PESNAB (PESTISIDA NABATI) DI POKTAN BANGUN MULYO BANGUNCIPTO KAPANEWON SENTOLO KULON PROGO.

 

PEMBUATAN PESNAB (PESTISIDA NABATI) DI POKTAN BANGUN MULYO BANGUNCIPTO KAPANEWON SENTOLO KULON PROGO.

               

                Dilokasi Poktan Bangun Mulyo Banguncipto Kapanewon Sentolo KP, pelaksana kegiatan P4 (Pemberdayaan Petani Dalam Pemasyarakatan PHT) Tahun Anggaran 2022, pada hari Selasa, tanggal 31 Mei 2022 diadakan pertemuan rutin ke 4, dari 6 kali pertemuan yang telah diagendakan oleh kelompok.

                Dalam pertemuan yang ke-4 tersebut, dilaksanakan pembuatan Pesnab yang bahan-bahannya memanfaatkan tanaman yang bermanfaat sebagai pestisida nabati disekitar lokasi pertanian .  Adapun pembuatan Pesnab dimasukkan sebagai salah satu materi pada pertemuan tersebut, dikarenakan sudah mulai ada kesadaran yang tinggi pada anggota poktan Banguncipto terhadap pengurangan penggunaan  pestisida sintetik yang sangat membahayakan  bagi manusia dan lingkungannya.

                Beberapa bahan yang digunakan dalam praktek membuat pesnab kali ini, yaitu daun Mindi, daum mimba, daun sirsak, Lengkuas,  umbi gadung,  bawang putih dan sabun colek sedikit sebagai pelarut. Adapun fungsi daun Mindi, daun Mimba dan daun sirsak dan umbi gadung  sebagai Insektisida pengendali hama serangga, sedangkan Lengkuas, bawang putih berfungsi sebagai bakterisida dan fungisida.

                Cara Pembuatan Pestisida Nabati:

1.       Tumbuk/giling semua bahan (Daun mimba, daun mindi, daun sirsak, lengkuas dan bawang putih).

2.       Bahan tumbuhan yang sudah ditumbuk/digiling, dicampurkan air dengan perbandingan  100 gr bahan tumbuhan dalam 1 (satu) liter air.

3.       Demikian juga dengan Umbi gadung, di tumbuh/digiling di tambah lengkuas dan bawang putih, dicampur dengan air dengan perbandingan 50 gr bahan perliter air.

4.       Tambahkan 1 sendok teh ditergent, ke dalam larutan tersebut. Biarkan larutan ekstrak bahan yang sudah jadi selama satu malam. Setelah 24 jam ekstrak Pesnab sudah bisa diaplikasikan.

5.       Pesnab juga  bisa langsung diaplikasikan, tapi larutan ekstrak  direbus dahulu sampai mendidih. Biarkan rebusan ekstrak dingin, kemudian lakukan penyaringan.

 Cara Aplikasi Pestisida Nabati :

1.       Encerkan larutan ekstrak  dengan perbandingan 1 untuk larutan ekstrak  : 10 untuk larutan air.

2.       Siap disemprotkan ke tanaman.

 

 

*(Hendro Santoso.SST , Tri Grambing Antoro.SST

 

KELOMPOK TANI BANGUN MULYO SIAP MENERAPKAN & MEMASYARAKATKAN PHT

 

KELOMPOK TANI BANGUN MULYO SIAP MENERAPKAN  & MEMASYARAKATKAN PHT

 

BPP SENTOLO. Mengenal lebih dekat Kelompok Tani Bangun Mulyo yang berada di Pedukuhan Bantar Kulon Kalurahan Banguncipto Kapanewon Sentolo. Kelompok tani ini jauh sebelum tahun 2021 atas arahan pendampingan dari petugas POPT dan Penyuluh Pertanian BPP Sentolo telah antusias menerapkan pengendalian hayati pada tanaman padi dan palawija. Kesadaran petani terhadap pengendalian hayati sudah terbangun secara bersama di kelompok tani Bangun Mulyo. Pengendalian hayati merupakan bagian dari pengendalian ramah lingkungan sehingga aman untuk lingkungan, aman untuk petani pembudidaya dan hasil panen juga aman dikonsumsi.

 Pada tahun 2021, guna mendukung antusias kelompok tani Bangun Mulyo dalam menerapkan pengendalian hayati. Maka melalui gabungan kelompok tani “RASS” Kalurahan Banguncipto seluas 50 ha mendapatkan kegiatan Budidaya Tanaman Sehat (BTS) termasuk didalamnya kelompok tani Bangun Mulyo. Kegiatan ini merupakan fasilitasi APBN. Dalam pelaksanaan kegiatan BTS, kelompok tani Bangun Mulyo juga sangat antusias  dalam penerapannya.

 Pertimbangan antusias dari kelompok tani Bangun Mulyo terkait penerapan agensia hayati. Selanjutnya pada awal tahun 2022 ini mendapatkan fasilitasi bantuan dari APBN melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Fasilitasi bantuan tersebut ialah kegiatan pemberdayaan petani dalam pemasyarakatan PHT. Kegiatan ini bermaksud untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam mengembangkan & mengaplikasikan agens pengendali hayati, pestisida nabati, dan /atau pengenalan dan pemanfaatan perangkap hama, dan/atau tanaman refugia di wilayahnya sesuai dengan kndisi serangan OPT & kebutuhan spesifik lokasi berdasarkan prinsip PHT.

 Penyuluh Pertanian BPP Sentolo berharap bahwa kelompok tani Bangun Mulyo semakin meningkat motivasi, partisipasi, dan kemampuan dalam melakukan pengelolaan agroekosistem sesuai dengan prinsip dasar PHT. Sehingga menuju pertanian berkelanjutan yang rendah biaya dan ramah lingkungan. (* Hendro Santoso, SST dan Tri Grambing Antoro, SST)

Pemberdayaan Petani Milenial Bersama BPP Mitra Polbangtan Yo-Ma

 

Pemberdayaan Petani Milenial Bersama BPP Mitra Polbangtan Yo-Ma

 

 


BPP Sentolo. Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) Yogyakarta Magelang merupakan kampus di bawah Kementrian Pertanian. Berada di wilayah Yogyakarta tepatnya di Jalan Kusumanegara no 2 dan di wilayah Magelang tepatnya di jalan Magelang- Kopeng Km7. Diantara bentuk pengabdian kepada masyarakat, Kampus Polbangtan Yo-Ma bermitra di wilayah Kabupaten Kulon Progo bersama beberapa Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yaitu BPP Sentolo, BPP Nanggulan, BPP Girimulyo, BPP Kalibawang, dan BPP Samigaluh. Sehingga ke lima BPP tersebut merupakan BPP Mitra Polbangtan Yo-Ma.

 

Kegiatan BPP Mitra Polbangtan Yo-Ma di tahun 2023 ini ialah pemberdayaan petani milenial dengan harapan memberi perhatian dan mendukung terhadap petani muda. Hasil koordinasi BPP Mitra Polbangtan untuk kegiatan pemberdayaan petani milenial adalah Pengenalan beberapa teknik fermentasi kotoran hewan dan Pengenalan Pupuk Kascing (Bekas Kotoran Cacing). Hal yang mendasari hasil koordinasi tersebut ialah arahan untuk pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan, mengingat potensi lokal yang belum digunakan optimal, keberadaan pupuk subsidi semakin terbatas dan pengenalanteknik yang mudah bagi petani pemula.

 

Kegiatan pemberdayaan petani bersama BPP Mitra Polbangtan telah dilaksanakan di BPP Sentolo pada tanggal 1 dan 2 November 2023, kegiatan tersebut terdiri 2 angkatan dengan total peserta petani milenial sebanyak 36 orang yang mencakup dari kelima wilayah BPP Mitra. Acara kegiatan dibuka oleh Direktur Polbangtan Yo-Ma dan dilanjutkan sambutan dari Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo oleh Ir Trenggono Trimilyo, MT dan dilanjutkanoleh RR Heni Hernawati, SP,M.Si selaku Kabid Penyuluhan dan Prasarana Pertanian. Selanjutnya materi “BeberapaTeknik Fermentasi Kotoron Hewan” dengan narasumber Hendro Santoso, SST dan materi “Pengenalan Pupuk Kascing” dengan narasumber Suryono, S.TP.

 

Harapan setelah terlaksana kegiatan pemberdayaan petani milenial bersama BPP Mitra  Polbangtan Yo-Ma dapat menginspirasi bertani dengan mudah, murah dan ramah lingkungan. (Hendro Santoso, SST)

 



 

Perbedaan Produktivitas Pada Uji Varietas Padi di Sentolo

 

Perbedaan Produktivitas Pada Uji Varietas Padi di Sentolo

 

BPP Sentolo. Melihat keadaan tanaman padi wilayah Sentolo dari beberpa periode musim tanam sebelum memasuki musim tanam ke III  tahun 2021 terhadap beberapa serangan OPT sehingga memengaruhi penurunan hasil produksi gabah. Serangan OPT antara lain wereng batang coklat, wereng putih, patah leher, kresek, blast dan walang sangit. Sebagai pertimbangan di musim tanam berikutnya maka berdasarkan arahan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo oleh Ir. Muh Aris Nugroho, MMA untuk dilakukan demplot uji ketahan varietas.


Demplot uji ketahanan varietas padi di wilayah Kapanewon Sentolo dilaksanakan berada di lokasi bulak sawah Pendem Kalurahan Srikayangan seluas 4000 m2. Pelaksana kegiatan ini oleh petani Bp. Ponijo dengan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Pendamping BPP Sentolo, POPT, Mahasiswa Magang dan BPTP Yogyakarta. Varietas padi yang diuji ada 4 yaitu Sunggal, Inpari 32, Inpari 45 Dirgahayu, dan Inpari 48 Blast. Penanaman padi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (11/Des 2021). Pada tiap mingguan dilaksanakan pendampingan pengamatan.

Pada hari Jumat (11/Maret 2022) menjelang panen dilaksanakan pengamatan dan ubinan prediksi produktivitas gabah. Pelaksanaan ubinan bersama Penyuluh Pertanian BPP Sentolo, Dr. Arlyna Pustika, SP.MP (BPTP Yogyakarta), Pemerintah Kalurahan Srikayangan, Mahasiswa Magang, petani pelaksana dan petani sekitar. Ubinan dilakukan dengan menggunakan ukuran 2,5m x 2,5 m. Setiap varietas dilakukan pengulangan ubinan 4 kali. Sehingga hasil rerata ubinan yang telah di konversikan produktivitas GKP dari urutan tertinggi sebagai berikut : Varietas Inpari 32 mencapai 9,860 ton/ha, varietas Sunggal mencapai 9,443 ton/ha, varietas Inpari 48 Blast mencapai 9,218 dan varietas Inpari 45 Dirgahayu mencapai 8,976 ton/ha.

Arlyna Pustika memaparkan bahwa “OPT wereng batang coklat lebih menyukai varietas Sunggal sementara serangan kresek dan patah leher terdapat spot-spot pada varietas Sunggal, Inpari 32, dan Inpari 45 Dirgahayu. Sedangkan varietas Inpari 48 Blast lebih tahan terhadap serangan kresek, patah leher dan tidak terdapat OPT wereng batang coklat. Varietas Inpari 45 Dirgahayu cenderung rentan rebah”.

Hendro Santoso selaku Koordinator BPP Sentolo memberi kesimpulan bahwa Hasil uji ketahanan varieatas padi yang mencapai produktivitas secara beda nyata secara analisa statistik yaitu varietas Inpari 32 dan yang paling tahan serang OPT yaitu varietas Inpari 48 blast. (Hendro Santoso, SST dan Dr. Arlyna Pustika, SP, MP)

 

 

 

Pseudomonas fluoresens Merupakan Angensia Hayati Yang Bermanfaat Mengendalikan Penyakit Tanaman Terutama Infeksi Penyakit Yang Menyerang Pada Perakaran

 

Pseudomonas fluorescens merupakan agensia hayati yang bermanfaat untuk mengendalikan penyakit pada tanaman terutama infeksi penyakit yang menyerang perakaran.

Bacillus Subtilis merupakan bakteri yang bermanfaat sebagai agen hayati yaitu mampu mengendalikan berbagai jenis penyakit yang menyerang tanaman budidaya.

Agensia hayati *Paenibacillus polymyxa* merupakan agensia hayati yang mampu mengendalikan serangan blast pada tanaman padi. Aplikasi dapat dilakukan pada persemaian tanaman dan pertanaman di lapangan sebanyak 3 kali

Perawatan tanaman cabai diperlukan untuk mencegah tanaman terserang hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang bisa menyerang tanaman cabai adalah penyakit patek. Dilansir dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Sabtu (22/1/2022), antraknose atau penyakit patek masih menjadi momok bagi petani cabai, karena bisa menyebabkan kegagalan panen. Penyakit patek menyebabkan tanaman cabai siap panen banyak yang membusuk. Jika tanaman cabai sudah mulai terkena antraknose, maka pengendaliannya akan sulit dilakukan. Penyakit patek merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman cabai keriting, cabai besar dan cabai rawit karena banyak mendatangkan kerugian.

Selain itu, terapkan jarak tanam yang agak lebar, yaitu sekitar 65-70 cm (lebih baik 70 cm) dan ditanam secara zig-zag. Ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara cukup lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar, dan buah akan tumbuh lebih besar. Di samping itu, gunakan agensia hayati antagonis atau memanfaatkan mikroba Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis. Salah satu agensia antagonis adalah dengan memanfaatkan Trichoderma spp. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa Trichoderma dapat menghambat laju perkembangan jamur C. acutatum penyebab penyakit antraknose.  Lakukan perendaman biji dalam air panas sekitar 55 derajat celcius selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik, yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0,05–0,1 persen) sebelum ditanam atau menggunakan agens hayati. Baca juga: Catat, 5 Tips Pemupukan agar Tanaman Cabai Cepat Berbuah Musnahkan bagian tanaman, baik daun, batang atau buah yang terinfeksi. Lakukan penggiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman lain yang bukan famili solanaceae (terong, tomat dan lain-lain) atau tanaman inang lainnya. Tambahkan unsur Kalium dan Kalsium untuk membantu pengerasan buah cabai. Jangan gunakan pupuk nitrogen (N) terlalu tinggi, misal pupuk Urea, Za, ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang terlampau tinggi. Lihat Foto Ilustrasi tanaman cabai, daun cabai.(SHUTTERSTOCK/PIOTR.MA) Sebaiknya gunakan pupuk NPK yang rendah kandungan nitrogennya dengan kocoran, karena unsur N akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akan meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman. Baca juga: Cara Menanam Cabai dengan Hidroponik, Tak Perlu Lahan Luas Pastikan pengelolaan drainase yang baik, terutama di musim penghujan, dengan cara meninggikan guludan tanah. Gunakan fungisida secara bijaksana dengan memilih fungisida yang berbahan aktif Prokloraz mangan klorida kompleks 50 persen, Mankozeb, Propineb, Fenarimol, Triazole, Klorotalonil atau yang lainnya. Aplikasikan sesuai dosis khususnya pada periode pematangan buah, serta terutama saat curah hujan cukup tinggi. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak atau bisa gabungan keduanya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca berikutnya Tak Sulit, ini Tips Membuat… Lihat Homey Selengkapnya Simak, 8 Tips Menanam Cabai Saat Musim Hujan Cara Mengusir Tikus di Rumah Menggunakan Bubuk Cabai Merah 6 Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai Keriting Ketahui, Ini Waktu Terbaik Memanen Tanaman Cabai 9 Kiat Perawatan Tanaman Cabai di Musim Hujan

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Simak, Cara Menangani Penyakit Patek pada Tanaman Cabai", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/homey/read/2022/01/22/224600876/simak-cara-menangani-penyakit-patek-pada-tanaman-cabai?page=all.

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

 

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

Android: https://bit.ly/3g85pkA

iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Simak, Cara Menangani Penyakit Patek pada Tanaman Cabai", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/homey/read/2022/01/22/224600876/simak-cara-menangani-penyakit-patek-pada-tanaman-cabai?page=all.

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

 

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

Android: https://bit.ly/3g85pkA

iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

TEMU LAPANG PANEN RAYA DAN WIWIT PADI BERSAMA Pj BUPATI KULON PROGO GAPOKTAN PRAKOSOREJO SALAMREJO SENTOLO

 

Gapoktan Prakosorejo Salamrejo di Musim Tanam ke-II Tahun 2022 ini dalam budidaya Padi berhasil mencapai panen, aman dari OPT tanaman meskipun sempat mengalami permasalahan kekurangan air. Sehingga sebagai perwujudan rasa Syukur terhadap panen yang akan dilaksanakan, Gapoktan Prakosorejo melaksanakan Panen raya dan wiwit Padi.

Luasan lahan yang akan panen di Gapokta Prakosorejo seluas 79 Ha dengan produktivitas 6,4 Ton/Ha. Produktivitas ini diperoleh dari hasil ubinan yang dilakukan oleh Kelompok tani bersama dengan pendamping dan BPP Sentolo sebelum acara wiwit dilaksanakan.

Kegiatan ini selain sebagai perwujudan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunis berupa panen yang melimpah. Juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya wiwitan padi yang mulai ditinggalkan oleh Masyarakat. Kegiatan ini juga di hadiri dari Pj Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, BPP Kapanewon Sentolo, Pamong atau perangkat kalurahan Salamrejo, dan anggota Gapoktan Prakosorejo Salamrejo 





A.    TUJUAN KEGIATAN

1.      Menguatkan semangat petani dalam budidaya padi

2.      Sarana komunikasi petani dengan pejabat, dan stakeholder terkait potensi dan kendala dalam berusaha tani.

B.     WAKTU DAN TEMPAT PELKSANNAAN

1.      Hari/Tnggal Pelaksanaan          : 06 Juli 2023

2.      Tempat                                     : Lahan Gapoktan Prakosorejo Salamrejo

3.      Alamat                                      : Salamrejo Sentolo

4.      Jumlah peserta                          : 150 orang

Selasa, 26 September 2017

PEMBUMBUNAN DAN PENYIANGAN TANAMAN JAGUNG


Kegiatan pemeliharaan bertujuan untuk meningkatkan hasil tanaman untuk mencapai hasil yang optimal. Salah satu kegiatan pemeliharaan tanaman yaitu pembumbunan. Pembumbunan adalah penimbunan tanah di pangkal rumpun tanaman.

Mengapa perlu dilakukan pembumbunan ?
Menegakkan tanaman. Tanah di sekitar tanaman seringkali terkikis oleh erosi air terutama air irigasi maupun air hujan sehingga tanah yang ada di sekitar tanaman tidak mampu lagi menopang tegaknya tanaman. Selain itu, pembumbunan juga diperlukan karena volume dan ukuran tanaman akan bertambah seiring dengan pertumbuhannya. Misalnya pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, dan pertambahan daun. Apabila pertambahan tersebut tidak diiringi dengan perakaran yang kuat maka tanaman akan mudah roboh, maka perlu dilakukan pembumbunan untuk menghindari hal tersebut.

Pembumbunan biasa dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu tanaman pokok. Bibit yang masih sangat muda menghendaki perlindungan tumbuhan pengganggu antara lain gulma. Gulma perlu disiangi karena akan berkompetisi dengan tanaman untuk memperoleh air, hara, dan cahaya. Apabila terjadi kompetisi air maka tanaman akan kekurangan suplai air sehingga tanaman mudah layu, unsur hara yang ada dalam tanah tidak tersedia bagi tanaman sehingga akar tanaman tidak dapat mengabsorbsi hara tersebut maka akan terjadi defisiensi hara. Kompetisi hara menyebabkan defisiensi hara karena suplai hara bagi tanaman pokok digunakan juga oleh gulma, akibatnya gulma semakin tumbuh dengan baik karena mendapatkan makanan. Makanan yang tersedia di dalam tanah terutama di sekitar perakaran tanaman dibutuhkan untuk pertumbuhan. Kompetisi cahaya oleh gulma disebabkan karena petumbuhan gulma biasanya lebih cepat dari pada tanaman pokok sehingga tanaman pokok akan ternaungi. Padahal kita tahu bahwa cahaya matahari merupakan salah satu faktor penting dalam fotosintesis. Dengan adanya penutupan tersebut maka proses fotosintesis akan terhambat. Selain itu kurangnya cahaya matahari akan menyebabkan permukaan tanah menjadi lembab. Kondisi tanah lembab akan dianfaatkan organisme-organisme seperti pathogen dari golongan cendawan untuk berkembangbiak. Kondisi yang lembab pula akan disukai oleh tumbuhan tingkat rendah seperti lumut yang akan menjadi pesaing juga bagi tanaman pokok karena lumut bersifat parasit. 

Penyiangan Gulma 
Gulma juga perlu disiangi karena tempat semak-semak seperti ini disukai ngengat sebagai tempat bertelur, seperti ngengat dari ulat grayak (Spodoptera litura). Ngengat merupakan kupu-kupu yang aktif pada malam hari. Spodoptera litura merupakan hama polifag pemakan daun. Ngengat dari Spodoptera litura ini mampu bertelur ribuan buah. Sehingga apabila hal ini dibiarkan maka dalam satu malam satu hamparan lahan pertanian akan habis diserang oleh hama jenis ini. Apalagi hama jenis ini merupakan hama nocturnal yang aktif pada malam hari pada saat petani lengah.
Salah satu kegiatan dalam pembumbunan yaitu penggemburan tanah. Penggemburan berfungsi untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah agar menjadi remah dan gembur. Tanah yang gembur mempunyai luas permukaan yang lebih untuk menyerap air karena lebih banyak pori mikronya daripada pori makro. Pori makro lebih banyak terisi air namun menimbulkan genangan sedangkan genangan tidak diinginkan pada pertumbuhan tanaman kecuali pada tanaman-tanaman tertentu seperti padi (Oryza sativa). Tanah yang gembur akan memperluas pertumbuhan perakaran tanaman dan umbi-umbian. Sistem perakaran akan tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur, dengan begitu maka daya tembus akar dan wilayah pertumbuhan akar akan semakin luas. Akar berfungsi untuk mengabsorbsi hara dan air dalam tanah sebagai bahan bakar untuk pertumbuhan tanaman sehingga pertumbuhan tanaman akan baik dan produktivitas akan meningkat. Tanah yang gembur juga memungkinkan untuk pembesaran umbi tanaman.
Pembumbunan akan memperbaiki aerasi tanah. Aerasi berkaitan erat dengan sirkulasi udara dalam tanah. Aerasi tanah yang baik akan menunjang kehidupan organisme dalam tanah terutama organisme yang menguntungkan misalnya dekomposer. Dekomposer akan mengurai bahan-bahan organik tanah sehingga siap digunakan oleh tanaman.
Pembumbunan juga merupakan kegiatan mengaduk tanah, membalik tanah yang ada di bawah. Dengan adanya pengadukan atau pembalikan tersebut maka unsur hara yang tercuci akan menjadi tersedia bagi tanaman karena lebih dekat dengan perakaran sehingga lebih mudah terjangkau oleh akar tanaman.
Pada umbi-umbian, pembumbunan akan mempengaruhi pigmentasi misal pada wortel, dan mempengaruhi kualitas hasil misal pada rimpang-rimpangan karena terkena sinar matahari. Wortel yang umbinya tidak dibumbun penuh maka bagian yang tidak terbumbun akan berwarna hijau. Seperti pada rimpang-rimpangan yang tidak tebumbun akan menyebabkan rimpang tidak segar, ukuran kecil, berwarna hijau dan kulaitasnya kurang baik.
Pembumbunan akan memperlancar drainase karena ketinggian tanah akan berbeda sehingga tidak ada genangan. Genangan pada sekitar batang tanaman dapat merusak akar karena menyebabkan pembusukan akar tanaman. Kondisi yang lembab ini pula cocok untuk perkembangan cendawan patogen terutama pathogen tular tanah, misalnya Fusarium oxysforum. Kondisi ini pula dapat mempercepat penyebaran pathogen karena air merupakan vektor yang baik untuk penyebaran patogen.
Pembumbunan dapat memperbaiki sistem drainase lahan. Tanah di sekitar tanaman atau bedengan seringkali mengalami erosi oleh air irigasi maupun air hujan sehingga terjadi pendangkalan drainase. Pendangkalan drainase menyebabkan volume air yang masuk ke areal lahan pertanian semakin berkurang. Sistem drainase yang baik dapat membantu peningkatan produksi baik kualitas maupun kuantitas karena air merupakan pelarut yang baik untuk melarutkan hara yang ada di sekitar tanaman menjadi tersedia dan dapat diserap oleh perakaran tanaman.
Pembumbunan dapat mengurangi kerusakan mekanis akibat serangan hama seperti ayam. Hal ini biasa terjadi pada tanaman umbi-umbian yang apabila muncul di permukaan tanah akan diserang oleh hama sehingga menimbulkan luka pada bagian tanaman. Luka tersebut dapat menjadi jalan penetrasi bagi patogen untuk menginfeksi tanaman.

oleh : Ari MAryanto, SST